Kenapa Ban Mobil Retak-Retak Meski Kembangan Masih Tebal? Waspada Bahayanya!
Faktor Usia Ban: Seiring berjalannya waktu, material karet ban akan mengalami penuaan alami (degradation) sehingga teksturnya menjadi lebih keras, getas, dan mudah retak meski mobil jarang dijalankan.
Paparan Sinar Matahari & Panas Ekstrem: Radiasi sinar ultraviolet (UV) dan paparan suhu tinggi secara terus-menerus dapat merusak ikatan kimia material karet ban.
Tekanan Angin Tidak Sesuai Standar: Kurang angin (under-inflation) membuat dinding samping ban meliuk berlebihan, sedangkan kelebihan angin (over-inflation) membuat permukaan ban terlalu tegang, sehingga meningkatkan risiko retak.
Kondisi Penyimpanan & Lingkungan: Memarkir kendaraan di area lembap, terpapar bahan kimia/oli, atau membiarkan mobil mangkrak terlalu lama tanpa dijalankan dapat mempercepat kerusakan karet.
Apakah Ban yang Retak Masih Aman Digunakan?
Tingkat keamanan ban retak sangat bergantung pada kedalaman serta lokasi retakannya. Retakan halus pada tapak ban tetap membutuhkan pemantauan, namun retakan yang dalam atau meluas di bagian dinding samping (sidewall) sangat berbahaya karena berpotensi memicu pecah ban secara tiba-tiba saat melaju pada kecepatan tinggi.