Kenapa Memilih Coolant Mobil Tidak Boleh Asal? Ini Dampaknya
Sistem pendingin mesin memiliki peran penting dalam menjaga suhu kerja mesin tetap stabil. Salah satu komponen pendukungnya adalah coolant atau cairan pendingin.
Sayangnya, masih banyak pemilik kendaraan yang menganggap semua coolant memiliki fungsi yang sama sehingga memilihnya berdasarkan harga atau warna.
Padahal, penggunaan coolant yang tidak sesuai dengan spesifikasi bisa memengaruhi kinerja sistem pendingin. Apa saja dampaknya?
Alasan Memilih Coolant Mobil Tidak Boleh Sembarangan
Pemilihan coolant untuk mobil Anda tidak bisa dilakukan hanya karena harganya murah, tetapi harus memperhatikan beberapa hal. Berikut beberapa alasan mengapa harus memilih coolant yang tepat dan dampaknya jika salah memilih:
-
Kebutuhan Coolant Tiap Mobil Berbeda
Setiap mobil dirancang dengan material mesin dan sistem pendingin yang berbeda-beda. Maka dari itu, pabrikan biasanya telah menentukan jenis coolant yang paling sesuai untuk kendaraan tersebut.
Menggunakan coolant sesuai rekomendasi akan membantu menjaga kinerja sistem pendingin sekaligus melindungi komponen mesin dari kerusakan dini.
-
Formula Coolant Tidak Sama
Banyak orang mengira semua coolant memiliki kandungan yang sama. Padahal, setiap produk menggunakan formula dan paket aditif yang berbeda.
Perbedaan ini memengaruhi kemampuan coolant dalam mencegah korosi, menghambat pembentukan kerak, melumasi water pump, hingga menjaga suhu kerja mesin.
-
Menyebabkan Korosi Area Internal
Apabila Anda memilih coolant yang tidak sesuai maka dapat menyebabkan reaksi kimia di area dalam sistem pendingin. Reaksi tersebut meningkatkan risiko korosi pada saluran dan komponen yang terbuat dari logam.
Korosi tersebut terjadi secara perlahan dan pada akhirnya akan menyebabkan jalur sirkulasi coolant menjadi sempit. Jika sudah demikian, maka efektivitas sistem bisa menurun.
-
Memicu Overheat
Coolant berperan membawa panas dari mesin menuju radiator agar suhunya tetap stabil. Apabila coolant yang digunakan tidak sesuai spesifikasi atau kualitasnya kurang baik, maka proses pelepasan panas menjadi kurang optimal.
Akibatnya, suhu mesin bisa meningkat dan risiko overheat pun menjadi lebih besar. Terutama saat mobil digunakan dalam perjalanan jauh atau terjebak kemacetan.
-
Menimbulkan Kerak dan Endapan
Coolant yang tidak sesuai dengan spesifikasi atau sudah kehilangan kualitasnya dapat memicu terbentuknya endapan di dalam saluran pendingin.
Kerak tersebut bisa menghambat sirkulasi coolant sehingga proses pendinginan menjadi tidak maksimal. Jika dibiarkan, penyumbatan ini berpotensi mempercepat kerusakan radiator maupun komponen pendingin lainnya.
-
Komponen Pendingin Aus Lebih Cepat
Keausan tersebut terjadi karena adanya endapat dan korosi sebagai akibat dari kesalahan pemilihan coolant mobil. Komponen yang sudah aus pada gilirannya akan menurunkan kinerja sistem pendingin.
-
Fungsi Mesin Menjadi Terganggu
Saat sistem pendingin mobil tidak bisa bekerja secara optimal. maka suhu mesin pun kurang stabil. Akhirnya gangguan pada kinerja mesin meningkat.
Dalam penggunaan untuk aktivitas sehari-hari, risiko tersebut mungkin baru Anda sadari ketika mobil mulai mengalami penurunan performa secara signifikan.
Cara Pemilihan Coolant yang Tepat
Agar tidak terjadi kesalahan pemilihan coolant, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam pemilihan:
-
Perhatikan jenis coolant. Ada ethylene glycol dan propylene glycol. Sesuaikan dengan kebutuhan mobil Anda.
-
Pastikan memilih coolant berdasarkan spesifikasi kendaraan dengan memeriksa buku manual.
-
Memperhatikan warna coolant karena tiap warna diperuntukkan untuk mobil berbeda.
-
Memastikan kualitas aditif antikorosi
Pemilihan coolant yang tepat mungkin cukup membingungkan bagi Anda yang baru memiliki mobil.
Untuk itu Anda perlu membaca buku manual dan tidak ada salahnya untuk berdiskusi dengan pihak bengkel resmi. Dapatkan berbagai informasi perawatan mobil hanya di http://www.suzukisumberbaru.co.id.