Kenapa Pulley Mesin Bisa Menimbulkan Bunyi Berdecit saat Berkendara?

icon 10 July 2026
icon Admin

Pulley mesin merupakan salah satu komponen penting yang bekerja bersama belt untuk menggerakkan berbagai perangkat, seperti alternator, kompresor AC, water pump, hingga power steering pada beberapa kendaraan. 

Ketika pulley mesin mulai mengeluarkan bunyi berdecit, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem penggerak mesin. 

Agar kerusakan tidak berkembang menjadi lebih serius, mari kenali berbagai penyebab bunyi berdecit pada pulley mesin berikut ini.

Penyebab Pulley Mesin Mengeluarkan Bunyi Berdecit

Bunyi berdecit umumnya muncul akibat gesekan yang tidak lagi bekerja secara optimal antara belt dan pulley. Kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Berikut penyebab yang paling sering ditemukan:

  • Fan Belt atau Serpentine Belt Sudah Aus

Fan belt yang mulai mengeras, retak, atau permukaannya menipis akan kehilangan daya cengkeram terhadap pulley mesin. 

Akibatnya, belt lebih mudah selip saat berputar sehingga menghasilkan suara berdecit, terutama ketika mesin baru dinyalakan atau saat akselerasi.

Selain suara, belt yang aus biasanya juga menunjukkan tanda fisik berupa retakan halus, pinggiran yang mulai terkikis, atau permukaan yang mengilap karena mengalami keausan. 

  • Tegangan Belt Tidak Sesuai Standar

Belt yang terlalu kendur tidak mampu mencengkeram pulley mesin secara maksimal sehingga terjadi slip ketika pulley berputar. 

Sebaliknya, belt yang terlalu kencang juga dapat memberikan tekanan berlebih pada bearing pulley dan mempercepat keausannya.

Karena itu, penyetelan tegangan belt harus mengikuti spesifikasi pabrikan. Pemeriksaan rutin menjadi langkah penting agar sistem penggerak tetap bekerja dengan stabil tanpa menimbulkan suara abnormal.

  • Bearing Pulley Mulai Aus atau Rusak

Di dalam pulley mesin terdapat bearing yang memungkinkan pulley berputar dengan halus. Seiring usia pemakaian, bearing dapat kehilangan pelumas, mengalami keausan, atau bahkan oblak sehingga menghasilkan bunyi berdecit maupun dengungan.

Apabila kerusakan bearing terus dibiarkan, putaran pulley menjadi tidak stabil dan dapat memengaruhi kerja belt maupun komponen lain yang digerakkannya. Dalam kondisi tertentu, bearing yang macet bahkan dapat menyebabkan belt terlepas.

  • Permukaan Belt atau Pulley Terkontaminasi

Kontaminasi oli, coolant, air, maupun cairan lain pada belt dan pulley mesin juga dapat memicu suara berdecit. Cairan tersebut mengurangi daya gesek sehingga belt menjadi licin dan mudah selip ketika pulley berputar.

Selain cairan, penumpukan debu, pasir, atau kotoran di sekitar pulley juga dapat mengganggu kontak antara belt dan pulley. Oleh sebab itu, kebersihan ruang mesin memiliki peran penting dalam menjaga sistem penggerak tetap optimal.

  • Tensioner Tidak Lagi Bekerja Optimal

Pada kendaraan yang menggunakan automatic belt tensioner, komponen ini bertugas menjaga ketegangan belt tetap konstan. 

Jika pegas tensioner melemah atau bearing tensioner mengalami kerusakan, belt tidak lagi mendapatkan tekanan yang ideal.

Akibatnya, pulley mesin dan belt bekerja dengan traksi yang kurang stabil sehingga muncul bunyi berdecit, terutama ketika beban mesin meningkat, misalnya saat AC dinyalakan atau kemudi diputar.

Mengapa Bunyi Berdecit Tidak Boleh Diabaikan?

Bunyi berdecit sering kali dianggap sebagai gangguan ringan karena terkadang menghilang setelah mesin mencapai suhu kerja. Padahal, suara tersebut dapat menjadi gejala awal kerusakan yang lebih besar apabila tidak segera diperiksa.

Beberapa dampak yang dapat terjadi apabila masalah pada pulley mesin dibiarkan, antara lain:

  • Belt putus saat kendaraan digunakan.

  • Alternator tidak bekerja optimal sehingga aki tidak terisi.

  • Water pump berhenti berputar dan memicu overheat.

  • Kompresor AC bekerja tidak maksimal.

  • Biaya perbaikan menjadi lebih besar karena kerusakan merambat ke komponen lain.

Apabila pulley mesin mulai mengeluarkan bunyi berdecit, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada kondisi belt, bearing, tensioner, serta kebersihan area pulley. Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan yang lebih serius sekaligus menjaga performa mesin tetap optimal.

Untuk memastikan penyebab bunyi berdecit didiagnosis secara tepat oleh ahlinya, lakukan pemeriksaan di bengkel resmi Suzuki. 

Kunjungi website Suzuki Sumber Baru Mobil untuk memperoleh informasi mengenai layanan servis berkala, pemeriksaan sistem penggerak mesin, dan berbagai layanan perawatan kendaraan lainnya.