penyebab-ban-mobil-retak-meski-kembangan-tebal-suzuki-purwokerto
Usia Pakai Ban (Penuaan Karet): Seiring berjalannya waktu, campuran senyawa kimia dan material karet ban akan mengeras serta kehilangan elastisitasnya, sehingga memicu retakan meskipun kembangan ban jarang terpakai.
Paparan Sinar Matahari & Panas Ekstrem: Radiasi sinar ultraviolet (UV) dan suhu tinggi dari permukaan jalan yang panas secara terus-menerus dapat mempercepat proses pembusukan serta penuaan senyawa karet.
Tekanan Angin Tidak Sesuai Standar: Menjalankan kendaraan dengan tekanan angin yang terlalu rendah (under-inflation) atau terlalu tinggi (over-inflation) membuat dinding samping ban menerima beban deformasi berlebih, yang memicu keretakan struktur.
Kondisi Penyimpanan & Lingkungan: Memarkir kendaraan di area lembap, terpapar bahan kimia seperti oli/bensin, atau membiarkan mobil mangkrak terlalu lama tanpa dijalankan dapat merusak integritas karet ban.
Apakah Ban Retak Masih Aman Digunakan untuk Berkendara?
Tingkat keamanan ban yang mengalami retak sangat bergantung pada kedalaman, luasan, dan lokasi retakan. Retakan halus (micro-cracking) di bagian tapak ban mungkin masih bisa ditoleransi untuk sementara, namun retakan dalam pada dinding samping ban (sidewall) sangat berbahaya karena berisiko tinggi memicu kebocoran mendadak hingga ban pecah saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi.